Inspirasi Nasional

Ahmad Yani: Menyantuni Anak Yatim Adalah Bentuk Nyata Kepedulian Terhadap Masyarakat di Masa Pandemi

Bagikan Wawasan Anda

JAKARTA, DhipaAdistaNews -Di masa pandemi ini banyak orang yang menghadapi masalah dalam kesehariannya kususnya para orang tua yang membesarkan anaknya. Mereka banyak menghadapi kendala keuangan karena berbagai masalah seputar pekerjaannya yang otomatis mengganggu pendapatan mereka.

Hal inilah yang menjadi keresahan Pengacara muda Ahmad Yani, S.E, S.H, M.H,. dalam menyikapi dampak pandemi covid 19 yang terjadi selama ini. Langkah yang dilakukannya adalah menggelar santunan bagi yatim piatu di Kelurahan Pejagalan dan Kapuk Muara Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara. Kegiatan ini juga dilakukan dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1443 Hijriah sekaligus memeriahkan HUT RI ke-76.

“Dalam masa seperti ini, anak-anak butuh index kebahagiaan yang tinggi. Stress anak tentunya akan berdampak terhadap orang tua. Minimal kita bisa memberi sedikit kebahagiaan bagi mereka dengan sedikit uang jajan.” Kata Yani sambil membagikan tanda kasihnya kepada anak-anak yatim tersebut.

Sekitar 100 orang anak yatim piatu dari RT 04, 05, 11 dan 12 RW 07 Kelurahan Pejagalan dan RT 15,16,14 RW 04 Kelurahan Kapuk Muara .

Ahmad Yani, S.E, S.H, M.H

“Secara spiritual, momen Tahun Baru 1 Muharam 1443 Hijriah yang juga berdekatan waktu dengan HUT Kemerdekaan RI dapat dimanfaatkan untuk melipatgandakan ikhtiar baik lahiriah maupun batiniah dalam melawan pandemi Covid-19,” kata Ahmad Yani, Selasa (17/08/2021).

Menurut Yani, secara moralitas sebagai warga negara dan bangsa Indonesia, melalui momentum HUT Kemerdekaan RI kita bisa meneladani perjuangan para pahlawan negeri ini yang rela berkorban demi kepentingan orang banyak. Hal ini bisa kita transformasikan kepada “pengorbanan” kecil dengan menyisihkan sebagian harta yang kita miliki untuk kepentingan orang banyak juga.

“Saya harap dengan diawali dan lewat inisiasi pribadi saya ini bisa memicu gerakan serupa sehingga mampu mengundang anggota masyarakat lain yang peduli, karena hingga saat ini kita tidak bisa memrediksi kapan pandemi ini berakhir.” Ujar Yani menjelaskan.

Kegiatan pemberian santunan yang dilakukan Yani tetap mematuhi prokes dengan memakai masker, menjaga jarak, dan membatasi mobilitas. Hal ini sekaligus mencerminkan semangat hijrah dalam perilaku keseharian masyarakat.

“Kita harus meneruskan perjuangan para pendahulu kita. Kemerdekaan yang telah kita dapatkan harus diisi dengan kegiatan yang positif. Semoga dengan keberkahan dan rahmat Allah SWT bangsa kita segera terbebas dari Covid-19,” pungkasnya. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *