Ekonomi Headline Hukum Nasional

Kasus Wanprestasi Suhendra : Pembelajaran Bagi Para Pengusaha Nakal

Bagikan Wawasan Anda

JAKARTA, Dhipaadistanews — Masih ingat kasus yang menimpa Wempy Gunawan Sub Kontraktor yang tidak dibayar-bayar oleh main kontraktor Suhendra Hadikuntono kuasa direksi dari PT Siman Sanjaya? Urusan proyek pengadaan furnitur kantor Bareskrim Mabes Polri yang seharusnya sudah selesai sejak tahun 2018 itu terus berbuntut hingga hari ini.

Gedung Bareskrim Mabes Polri

Sebagai korban, Wempy Gunawan tetap maju tak gentar, karena secara hukum pun, haknya sebagai Sub Kontraktor harus dipertahankan dan bisa diselesaikan secara tuntas. Tidak sedikit kerugian yang diderita Wempy. Empat koma tiga Milyar Rupiah, belum ditambah bunga berjalan selama dua tahun lebih. Bahkan per hari ini pun akibat ulah Suhendra, Wempy masih harus membayar cicilan sebesar 33 juta Rupiah ke BPR Cimone demi membayar pekerjaan dengan mengagunkan rumahnya. Perilaku Suhendra yang diluar batas menyebabkan rumah Wempy nyaris dilelang oleh BPR Cimone karena sudah terlambat 4 bulan pembayaran cicilannya.

Yang membuat Wempy meradang adalah sikap Suhendra yang selalu menyepelekan Wempy, dimana setiap diajak menyelesaikan masalahnya, Suhendra berlagak pilon, menganggap Wempy angin lalu. Rupanya sikap Suhendra yang merasa diatas angin dan tidak menganggap Wempy samasekali, mengindikasikan adanya kekuatan besar yang melindungi di belakangnya.

Wempy Gunawan mendatangi rumah kontrakan Suhendra

Mengingat situasi dan kondisi bangsa yang sedang bebenah dalam segala hal, khususnya dalam sistem hukum yang sering dianggap tajam ke bawah dan tumpul ke atas, kasus yang menimpa Wempy ini harus segera ditindaklanjuti oleh para penegak hukum, agar iklim dunia usaha di negeri ini kondusif dan mendukung kegiatan usaha terutama di era pandemi Covid 19 yang menyebabkan rontoknya berbagai sektor usaha.

Jika kasus ini tidak segara diselesaikan, tidak akan ada proses pembelajaran kepada khalayak yang menyebabkan kemungkinan munculnya Suhendra-Suhendra lain yang mempermainkan Sub-kontraktor di bawah tanggungjawabnya semakin merebak, dan mengerogoti moralitas, mentalitas serta spiritualitas bangsa ini.

Dhipa Adista Justicia sebagai lembaga hukum yang independen, dan terus melakukan pendampingan dalam kasus ini bersama advokatnya, Ahmad Yani, SH berkomitmen tetap bergerak dalam menegakkan supremasi hukum di masyarakat, dan terus membela kepentingan masyarakat dalam ranah hukum, sehingga mampu menjadi bagian komponen masyarakat yang ikut menciptakan visi bangsa dalam membangun masyarakat adil, makmur dan sejahtera. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *