Hukum News

Kasus Suhendra Hadikuntono: Hak Sub Kontraktor yang selama dua tahun tak kunjung diselesaikan

Bagikan Wawasan Anda

JAKARTA, DhipaAdistaNews – Sudah lebih dari dua tahun, Suhendra Hadikuntono tidak menyelesaikan hak sub kontraktor yang sudah diterimanya secara keseluruhan dari nilai pembayaran yang telah disepakati Bersama dalam proyek pengadaan meubelair Gedung Mabes Polri Sisi Barat pada bulan Juli 2018 antara Pihak Slog Polri dengan PT Siman Sanjaya dan dalam Hal ini Suhendra bertindak sebagai kuasa direksi.
Dalam pelaksanaannya, PT Siman Sanjaya memberikan pekerjaan tersebut kepada beberapa Sub kontraktor, salah satu diantaranya adalah Wempy Gunawan yang membuat perjanjian kontrak secara perorangan.

”Awalnya semua berjalan secara baik sesuai perjanjian, dengan pola pembayaran DP 20% sejumlah Rp 2.667.500.000, Termin pertama 30% sejumlah Rp 4.016.250.000, namun selanjutnya sudah tidak sesuai dengan perjanjian lagi, padahal Suhendra sudah menerima pembayaran sebesar 95% dari Slog Polri sebesar Rp 43.954.680.473 di tanggal 21 Desember 2018.” Ujar Wempy seraya menjelaskan gambaran kronologis proyek tersebut.

Wempy juga menjelaskan bahwa pembayaran selanjutnya benar-benar tidak mengikuti prosedur sesuai perjanjian yang telah disepakati Bersama.

“Pembayaran berikutnya dilakukan dengan cara Kas Bon. Tanggal 4 Pebruari 2019 saya menerima Rp 1.000.000.000, tanggal 18 Pebruari 2019 saya menerima lagi Rp 1.000.000.000, Tanggal 4 Maret 2019 saya menerima Rp 250.000.000, berlanjut pada tanggal 7 Maret saya dibayar lagi Rp 250.000.000, kemudian pada 18 Maret saya menerima lagi Rp 250.000.000, dan kemudian dibayarkan Rp 1.375.155.374. Jadi total keseluruhan yang saya terima adalah Rp 10.808.905.375, berarti masih ada kekurangan Rp 4.339.555.799.” Papar Wempy lagi menjelaskan secara rinci.

Pada tanggal 31 Maret 2019 pekerjaan Meubleair selesai di kerjakan, termasuk para Sub Kontraktor lain yaitu PT Indovickers, PT Datascript, PT Bristol, PT. dan Modern Window Innovation. Pekerjaan tersebut selesai dalam waktu yang hampir bersamaan.

”Upaya saya bersama 4 sub kontraktor lain untuk menagih hak kami atas sisa pembayaran pekerjaan tersebut selalu menemui jalan buntu, baik menghubungi via HP, WA dan bahkan mengunjungi langsung ke kantornya yang terletak di Grand Rubina lt 16 Kuningan Jakarta. Bahkan saya dilaporkan oleh Suhendra ke Subdit 2 Dittipidum Bareskrim karena saya melaporkan masalah ini kepada Presiden RI, Kapolri, Kabareskrim, dan Wakabareskrim, akan tetapi usaha saya ini tidak menghasilkan apapun. Jelas tindakan Suhendra ini sangat zalim dan jahat. Suhendra bisa menerima pembayaran karena pekerjaan para sub kontraktor yang telah diselesaikan dengan baik. Secara skill dan modal jelas Suhendra tidak mempunyai kemampuan dan kapasitas apapun di bidang ini. Kalau tidak ada para Subcon mustahil Suhendra bisa menyelesaikan pekerjaan besar ini , dan kerugian bukan hanya di alami oleh para subcon, juga berdampak kepada sekitar empat ratusan tenaga yang mengerjakan pekerjaan ini.” Jelas Wempy melanjutkan kronologi kejadiannya.

Sosok Suhendra yang banyak tampil di media dengan sesumbarnya mengatakan bahwa dirinya yang pantas dan layak menjadi Kepala Badan Intelijen negara dan banyak berita berita lain, lebih adalah pencitraan yang adalah pepesan kosong. Sebagai pengurus KPSN (Komite Perubahan Sepak Bola Nasional) ini tentunya adalah sebuah contoh buruk seseorang yang tidak memiliki integritas dan tidak bisa memegang komitmen. Apalagi menjadi Kepala Badan Intelijen Negara.

“Demi tegaknya keadilan, maka saya akan terus mengejar sampai dimanapun hingga urusan ini selesai. Saat ini bagi saya bukan hanya kewajibannya membayar saja, tapi harus ada efek pembelajaran agar nantinya tidak ada lagi jatuh korban orang-orang yang tidak tahu kredibilitas seorang Suhendra yang tidak bertanggung jawab dan mempermainkan hidup orang banyak. Saya percaya bahwa penegak hukum akan memproses sesuai dengan perbuatannya dan Suhendra harus membayar semua kewajibannya kepada para subcon demi tegaknya hukum di Indonesia yang kita cintai ini.” Pungkas Wempy menutup pembicaraan. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *