Inspirasi Nasional

Rully Rahadian : PIN Nahdlatul Ulama Terus Berjuang Meski Tantangan Menghadang Demi Tegaknya Persatuan Bangsa

Bagikan Wawasan Anda

JAKARTA, DhipaAdista News – Tanggal 31 Januari bagi wargi Nahdlatul Ulama atau Nahdliyin merupakan tanggal penting. Karena tanggal tersbut merupakan Harlah atau Hari Lahir Nahdlatul Ulama. Sesuai dengan dasar pemikiran pendiri NU Kyai Hasyim Asy’ari, bahwa kristalisasi ideologi berbangsa dan bernegara beliau tidak bisa dipisahkan dari hasil renungannya yang mendalam tentang konsep persatuan umat yang membangun persatuan bangsa.

Pemikiran tersbut sangat relevan dengan situasi bangsa terkini yang nilai persatuannya semakin menipis. Sejak berdirinya  NU pada tahun 1926, Kiai Hasyim telah berpikir jauh tentang bahaya perpecahan umat yang dapat membawa kehancuran bangsa. Pemikirannyapun terbukti, sering perjalanan, bangsa ini sudah semakin terkotak dan terpilah, sehingga kepentinglah yang berkuasa dibanding kepentingan masyarakat secara umum dalam konstelasi berbangsa dan bernegara.

Dalam rangka Harlah NU ke 95 ini, kami mewawancara Rully Rahadian, Ketua Humas Pejuang Islam Nusantara Nahdlatul Ulama Pusat, yang juga dikenal sebagai penceramah dan motivator nilai-nilai kebangsaan dan bela negara yang telah berkeliling seantero Nusantara untuk menyosialisasikan nilai-nilai kebangsaan, serta membangun rasa cinta bangsa dan negara kepada para generasi muda tanah air.

“Bagi warga NU, persoalan Bela Negara sudah selesai. Artimya, Bagi NU negara merupakan struktur atau lembaga yang mewakili kehidupan duniawi. dan negara merupakan wali bagi publik. Tentu saja sikap bela negara yang dipegang NU bukan juga harus dipahami sebagai legitimasi kekuasan politik tanpa bersikap kritis terhadap pemerintah. Tetapi sekali lagi, kata duniawi di sini tidak dalam pemahaman sufisme, tetapi dalam pengertian hajat hidup manusia dalam pelbagai sisi kehidupan.” Ujar Rully menegaskan.

NU dan semua badan otonomnya dikenal begitu gigih menyuarakan nasionalisme dan mengampanyekan hubungan sosial-politik tanpa unsur SARA. Tentiunya sama seperti badan-badan otonom lainnya, Pejuang Islam Nusantara yang biasa disebut PIN yang relatif berusia muda dan diketuai oleh Gus Abdul Kholiq ini memiliki pandangan yang sama dalam langkahnya mewujudkan Indonesia yang Bersatu, adil dan Makmur.

“PIN merupakan sebuah badan yang  Visinya sebagai wadah perjuangan kader Nahdlatul Ulama di dalam melestarikan Islam Nusantara. Misinya mengkonsolidasikan dan menjalin silaturahmi seluruh jaringan Islam Nusantara. Membangun media virtual dan faktual dalam mengawal ajaran ahlussunah wal jamaah An Nahdliyah. Yang tentunya akan diproyeksikan dalam konsep yang implementatif dalam dakwah Islam Nusantara yang mencakup segala bidang  seperti Pendidikan, Politik, Ekonomi,Sosial dan Budaya,  serta membangun jaringan cyber untuk ikut serta membentengi Nahdlatul Ulama dan Nusantara dari berita Hoax dan Fitnah dari segala lini.” Tandas Rully yang juga Ketua di Lembaga Konservasi Budaya Indonesia, dan juga aktif di Pusat Kajian Strategis Pertahanan dan Keamanan Nasional dan Indonesia Intelligence Institute.

Dalam kegiatan keseharianya, PIN NU gencar melakukan syiar lewat dunia maya, khususnya dalam hal-hal yang berkaitan dengan nilai-nilai kebangsaan, serta memberikan informasi yang ringan, mudah dicerna masyarakat berbagai lapisan, serta mencerahkan pola piker masyarakat agar tidak terpapar radiklalisme dan menjauhi hoax.

“Perjuangan kami tidak mudah. Berbagai tudingan negatif serta fitnah sering menghantam kami. Ada juga organisasi yang menjadi plagiat meniru mentah-mentah konsep PIN dari pola rekrutmen hingga motto kami. Bahkan foto saya yang bersanding dengan tokoh Nasional pernah dijual dan diakui sebagai kegiatan organisasi tersebut.” Kata alumni Institut Teknologi Bandung ini sambil tertawa renyah.

Menurut sumber lain, kamipun menerima informasi bahwa PIN juga aktif terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan seperti dalam beberapa waktu yang lalu, PIN melakukan bakti sosal ke daerah-daerah yang terkena bencana alam.

“Sudah seharusnya kami peduli terhadap saudara kami yang terimpa musibah tanpa melihat latar belakangnya baik suku, agama maupun rasnya, karena Allah SWT Tuhan YME memberikan  kita anugerah yang tak terhingga yaitu keberagaman kita menjadi bangsa yang kaya raya. Tujuan kami adalah menegakkan Islam yang Rahmatan lil Alamin, serta selalu mencontohkan sikap baik, Islam yang santun, Islam yang Moderat, Islam yang toleran, melalui sikap yang bersahaja dan membumi.” Jelas Rully sambil menutup wawancara ini dengan senyum. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *