Kepemimpinan Militer Nasional News

Ketua Harian BISMA: Penunjukan Listyo Sigit Prabowo Sudah Melalui Prosedur UU Semua Warga Negara Wajib Mentaatinya

Bagikan Wawasan Anda

Jakarta, Dhipaadistanews — Penunjukan Komjen Listyo Sigit Prabowo menjadi calon Kapolri menggantikan Idham Azis yang dipilih oleh Presiden Joko Widodo mendapat dukungan sangat luas dari masyarakat. Masyarakat memandang, penunjukan Listyo didasarkan pada prestasi dan chemistry atau kedekatan dalam arti kecocokan dengan Presiden Jokowi. Karena itu, penunjukan tersebut patut disambut dengan baik dan didukung.

Munculnya Nama Listyo Sigit Prabow calon tunggal pilihan Presiden Joko Widodo sebagai pengganti Idham Azis yang bakal pensiun pada 1 Februari 2021. Listyo Sigit pun bakal menjalani uji kepatutan dan kelayakan pada pekan depan. Pilihan Jokowi ini merupakan bagian lima nama yang diusulkan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) kepada Presiden pada Kamis, 7 Januari lalu. Mereka di antaranya Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono, Komisaris Jenderal Boy Rafly Amar, Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Komisaris Jenderal Arief Sulistyanto, dan Komisaris Jenderal Agus Andrianto. Presiden kemudian memilih satu nama untuk dikirim ke DPR agar mengikuti uji kelayakan dan kepatutan. Listyo Sigit Prabowo saat ini menjabat sebagai Kepala Bareskrim Polri. Ia akan menggantikan Jenderal Idham Azis sebagai calon Kapolri. Hal ini ditanggapi Dr. John N. Palinggi MM.MBA Pengamat politik mengatakan, munculnya calon tunggal dari Presiden Joko Widodo yang diajukan ke DPR Listyo Sigit Prabowo ini satu hal menurutnya hal yang normal saja, dan biasa. Jadi, selama prosedur pencalonan Kapolri dari Internal dewan kepangkatan di usulkan kepada Komisi Kepolisian Nasional (Komponas) dan, Komisi Kepolisian Nasional mengusulkan kepada Presiden, dan Presiden mengusulkan salah satu, bukan yang lain tidak baik, mengusulkan satu calon ke Dewan Pertimbangan Rakyat (DPR), dan DPR nanti menentukan menyetujui setelah Uji Kelayakan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) ini proses yang normal biasa dan baku sesuai dengan UU dan peraturan-peraturan yang ada.

“Jadi tidak perlu di permasalahkan. Selama itu sudah melalui Prosedur UU semua warga negara wajib mentaatinya,” tegasnya kepada Dhipaadista.News Selasa (19/1/2021).

Dijelaskan Ketua Harian Badan Interaksi sosial Masyarakat (BISMA) ini, lolosnya Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo, sekali lagi sudah memenuhi syarat baik dari sisi kepangkatan, dan penyaringan dari Komisi Kepolisian Nasional (Komponas) sesuai dari amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Sehingga, tidak ada alasan untuk menolak dan meragukan Komjen Listyo Sigit Prabowo karena sudah melalui proses yang benar sesuai konstitusi, imbuhnya.

Sekali lagi John Palinggi mengatakan, bahwa Polri sudah teruji berulang-ulang dan selalu menyelesaikan tugasnya dengan baik. Jadi Polri sudah sangat siap, apa dan bagaimanapun bentuk ancaman atau tantangan yang akan dihadapi. Tidak ada masalah dengan kinerja Polri karena institusi ini sudah mempunyai standard dan prosedur, mempunyai kekuatan yang cukup untuk menangani berbagai persoalan Kamtibmas. Demikian juga TNI. Jadi jangan ada kekhawatiran atau keraguan kepada Polri dan TNI, pungkas Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Industri Indonesia (DPP Ardin).

Dari pribadi John Palinggi yang menjadi tenaga Ahi Pengajar Di Lemhans RI melihat sosok Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo, orangnya rendah hati. dalah sosok yang diterima oleh kalangan mana pun karena mampu membaur dan melayani dengan baik.

“Dia profesional dalam melakukan pekerjaannya, bukan mencari popularitas selama ini. Dan tampil untuk bisa menjelaskan masalah. Listyo sangat mendekatkan diri kepada masyarakat, jiwa kemanusiaannya tinggi, sehingga dia bisa mendekatkan diri kesemua golongan. Tokoh masyarakat, Tokoh Agama dan masyarakat Banten. Bahkan menjadi sangat disayangi di jenjang mulai darti Surakarta, Banten dia sangat disayangi. Jadi itu tentu menjadi modal utama,” ungkap

Menurut penerima penghargaan dari ASEAN Development Citra Award 2004-2005 sebagai Tokoh berprestasi tingkat ASEAN ini mengatakan, bahwa modal utama untuk mengemban tugas dari negara ini adalah rendah hati, tidak sombong, tidak mendemontrasikan kekayaan. Hidup yang layak dan tidak korupsi.

“Ini sangat penting. Mengemban tugas kepolisian bukan hanya menegakkan hukum, tapi menghormati Hak Asasi Manusia. Kombinasi antara HAM itulah yang dibutuhkan orang-orang yang rendah hati tidak angkuh, sombong penuh pangkat yang tinggi,” kritiknya.
Bicara kapasitas karakter kapasitas Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mampu untuk memimpin Polri untuk mengatasi masalah. Sebab mengatasi masalah Bangsa ini tidak bisa seorang diri . Lityo memimpin, menggerakan, mengarahkan mencapai tujuan yang ditetapkan, . tetapi perlu dukungan dari seluruh personil di lingkungan Polri berdasrkann standar prosedur dan ketentuan dilakukan Listyo program kerja, ini dapat tercapai maksimal dan baik. Terutama di lingkungan kepolisian sendiri No 2 tahun 2002 mengenai kepolisian negara Republik Indonesia. Mewujudkan keamanan, ketertipan masyarakat dalam negeri. Menegakan hukum dan mengormati HAM. Memilihara dan membina keamanan, mengayomi. Jadi banyak sekali tugas kepolisian ini, ujar Tenaga Pengajar Intelejen strategis BIN.

Dipilihnya Listyo sebagai calon tunggal oleh Presiden, ada persamaan dengan Listyo. Kata John, seperti falsafah China yang mengatakan bahwa seekor burung itu pasti mencari yang sama jenisnya. Demikian pula dalam hal ini, President Jokowi mempunyai persamaan-persamaan dengan Komjen Sigit.

“Kalau burung yang berbeda jenisnya maka bisa saling mencederai satu dengan yang lain demikian pula sebaliknya jika sejenis mereka pasti rukun dan damai, dapat mengamankan diri dengan baik, tandasnya. (lian)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *